Dream Big, Dream Right!

[Sebuah cerita dari Nina, seorang pelajar dari SMP Santa Ursula Jakarta, ditulis dalam rangka bagian aktivitas dalam pelatihan “The Incredible Me”]

“Kalau sudah besar nanti, kamu mau jadi apa?”

Pertanyaan di atas pasti sudah sangat familiar bagi kita. Mungkin bagi anda, pertanyaan ini hanyalah sebuah pertanyaan sepele yang biasa ditanyakan kepada anak-anak yang masih lugu dan polos. Mungkin bagi anda, untuk menjawab pertanyaan ini sangatlah mudah. Semudah membalikan telapak tangan anda. Namun, bagi saya pertanyaan ini adalah mimpi buruk! Sejak kecil, ketika ada orang yang menanyakan orang lain atau orang tua saya sendiri, pasti saya akan menjawab, “belum tahu…” yang disertai dengan seulas senyum malu. Saya malu karena saya berpikir bahwa pertanyaan sepele seperti ini saja tidak dapat saya jawab. Sungguh malu rasanya.

Sebagai anak kecil, saya masih labil. Bayangkan saja, ketika saya melihat seorang penyanyi, saya langsung ingin menjadi penyanyi. Begitu juga ketika saya melihat seorang penari, ilmuwan, dokter, pembalap, komposer, selebriti, dan sebagainya. Bahkan saat saya menonton film Doraemon pun saya ingin menjadi Nobita karena punya teman ajaib seperti Doraemon!

Sungguh labil saya ini!

Karena begitu banyaknya cita-cita, saya menjadi bingung untuk menentukan mana yang akan saya akan wujudkan. Seiring berjalannya waktu, saya akhirnya mulai mengerti apa yang menjadi panggilan saya. Apa yang akan menjadi mimpi cita-cita saya.

Hal ini bermula saat saya melihat banyak hewan yang terjangkit penyakit yang mengerikan dan sepertinya membuat mereka sangat menderita. Saya merasa kasihan pada mereka, namun saat itu saya belum timbul niat untuk menolong mereka. Niat itu baru kemudian muncul ketika hewan peliharaan saya sendiri jatuh sakit. Keadaan hewan peliharaan saya semakin lama semakin parah, sampai akhirnya meregang nyawa. Saya sangat sedih sekaligus marah dan benci kepada dokter hewan yang menangani hewan peliharaan saya. Akibat kinerjanya yang tidak maksimal, akhirnya hewan peliharaan saya yang menjadi korbannya! Sejak saat itu saya bertekad, bila sudah besar nanti, saya akan menjadi dokter hewan terbaik di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Demi mewujudkan cita-cita tersebut, saya berjanji untuk sebaik-baiknya menuntut ilmu di universitas unggulan terbaik di Indonesia. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat mimpi ini terwujud. Saya berjanji tidak akan putus asa ketika ada yang berusaha menghalangi mimpi saya ini. Ketika saya merasa lelah untuk mengejar mimpi ini, saya akan menyemangati diri saya sendiri agar tetap bersemangat. Kemudian apabila saya sudah berhasil menjadi seorang dokter hewan, saya akan bekerja semaksimal mungkin untuk menyembuhkan hewan-hewan sakit. Saya akan bekerja sebaik-baiknya agar orang lain tidak merasakan pengalaman pahit saya dulu. Saya tidak boleh menjadi dokter yang membuat hati orang lain sedih karena kerja saya tidak maksimal. Saya sangat menyayangi hewan.

Apabila sekarang ada yang bertanya kepada saya, “kamu nanti mau jadi apa?” , maka saya dengan cepat dan tanpa ragu akan menjawab, “Saya mau menjadi dokter hewan terbaik di seluruh dunia!” Sungguh, tekad saya untuk menjadi dokter hewan sudah bulat dan tidak ada orang yang dapat menghalanginya! Saya tidak peduli besar kecilnya upah yang saya dapat dari pekerjaan ini, yang terpenting adalah cita-cita saya terwujud dan hewan-hewan bisa hidup sehat dan bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: