Dream Big, Dream Right!

[sebuah cerita dari Jessica Farolan]

Semenjak saya mengalami depresi beberapa tahun lalu, saya memiliki impian untuk menemani orang yang kesepian (baca di “Menemani Mereka Yang Kesepian“). Akan tetapi, selain memiliki impian tersebut, saya juga menjadi lebih menghargai apa itu rasa bahagia. Sebagian orang menganggap rasa bahagia adalah hal sulit sekali rasanya untuk diraih dan dipertahankan. Sebagian orang bisa merasa bahagia dengan sangat mudah dan saya ingin membuat diri saya dan orang lain sebanyak mungkin menjadi bagian dari sebagian orang ini. Hal ini yang kemudian membuat saya mencari sejumlah cara dan saya bertemu dengan apa yang kita kenal dengan stand up comedy.

Saat itu, sekitar bulan Juli 2011 (catatan: 2011 memang bukan masa-masa yang sebegitu indahnya untuk dilalui bagi saya), adik sepupu saya mengatakan bahwa saya harus melihat video Raditya Dika. Dia menceritakan isi video itu sambil tertawa lepas, terpingkal-pingkal. Saya pun sedikit tertawa dengan cerita adik saya tersebut. Tetapi, saya tidak benar-benar berniat mencari tahu video tersebut. Sekitar bulan Agustus 2011, sambil makan siang di depan komputer saya di rumah, saya usil mencari video tersebut di Youtube. Hasil menonton video tersebut = tersedak nasi 3 kali + tertawa geli sendirian di depan komputer. I feel much happier after I saw 3 videos of Raditya Dika talking to people in a cafe. Saat itu, I have no idea kalau itulah stand up comedy, bahwa Raditya Dika sedang melakukan stand up comedy. Setelah menonton video Pandji Pragiwaksono barulah saya mulai mengenal istilah stand up comedy dan mencari tahu apa itu stand up comedy. Di bulan itu, saya puas tertawa menonton mereka dan beberapa stand up comedian (comic) lain, seperti Ernest Prakasa, Reggy Hasibuan, Asep Suaji. I even saved their videos.

Bulan Oktober dan November 2011, saya diajak menonton langsung kompetisi stand up comedy oleh kawan saya (Frankie, Marlin, Frans) di Usmar Ismail Hall Jakarta. Pertama kali hadir, saya speechless… mereka yang selama ini saya lihat di youtube benar-benar mengagumkan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk rutin hadir di sana setiap Rabu, jam 13.00. Saya benar-benar merasakan rasa/emosi bahagia berminggu-minggu. Siapa yang tidak? 5-6 jam tertawa tanpa henti, sekali setiap minggu. Ditambah lagi menonton ulang di rumah setiap Sabtu jam 20.00 (ya, buat yang penasaran… muka saya terasa familiar mungkin karena sering terlihat di Stand Up Comedy Season 1 Kompas TV). Saya berkenalan dengan Ernest Prakasa dan Ryan Adriandhy melalui kawan-kawan saya yang sudah lebih dulu mengenal mereka.

Ernest Prakasa

Ryan Adriandhy

Sampai akhirnya saya ingat betul, Sabtu malam di bulan November 2011, saya bilang satu hal ke Ibu saya yang juga sedang menonton stand up comedy; bahwa suatu saat saya akan ada di atas panggung itu. Ibu saya menanggapi dengan tawa dan berkata “emang kamu bisa? kan susah jadi stand up comedian”. Saya tertarik dengan dunia itu dan mulai bermimpi untuk menjadi seorang comic. Saya ingin dunia ini menjadi pewarna hidup saya dan semoga bisa membuat saya dan kalau bisa orang banyak juga merasa lebih bahagia. Sejak itu, saya ingin lebih dekat dengan stand up comedy. Bersama kawan-kawan mendirikan @standupatma, mengadakan workshop stand up comedy di Atma dengan mentor Ernest dan Ryan, dan akhirnya berani open mic di Whitebox Cafe.

21 Desember 2011 adalah tanggal pertama kali saya open mic di Whitebox Cafe. Materi saya memang tidak bagus saat itu, tapi saya nurut apa kata adik sepupu saya yang menyuruh saya open mic dadakan dan apa kata Judy Carter di bukunya: lawan dulu rasa takutnya. Januari-Maret 2012, saya melakukan beberapa kali open mic juga dan menemukan satu bit yang menjadi andalan saya. Bit itu saya gunakan di audisi Stand Up Comedy Season 2 Kompas TV dan bit tersebut berhasil membuat saya mendapat Golden Ticket, serta menjadi salah satu dari 13 finalis. Memang, saya tidak bertahan lama di kompetisi tersebut dan saya tahu bahwa performa saya harus bisa lebih baik dari hari itu.


But… hey, I succeeded in making people feel happier in these months! =D

I was never a very funny person, though I was fun enough to be with. Saya lebih sering dibilang jayus ketimbang lucu. Apapun yang kalian labelkan terhadap gue, I don’t really care. I’ll just try to make people happier and much happier again in the future. =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: