Dream Big, Dream Right!

[sebuah cerita dari Anita Rijadi]

Hai, teman-teman! Nama saya anita. Kalau berbicara tentang mimpi, sebenarnya saya punya banyak sekali mimpi. Dan mimpi-mimpi saya dibentuk dari pengalaman-pengalaman pribadi saya. Misalnya, waktu kecil saya sangat suka berenang sehingga saya bermimpi akan menjadi seorang perenang profesional saat dewasa nanti.

Saya sangat bersyukur karena pengalaman-pengalaman yang saya alami memperjelas mimpi saya dan membuat saya semakin yakin untuk mempertahankan dan memperjuangkan mimpi tersebut. Semakin jelas mimpi kita, semakin mudah kita menyusun rencana pencapaian mimpi dan kemungkinan kita untuk mencapai mimpi tersebut lebih besar pula.

Mimpi ini berawal ketika saya masih SMP. Saat itu saya ingin menjadi konselor ketika saya dewasa. Kenapa? Karena teman-teman dekat saya suka “curhat” ke saya, jadi saya pikir saya bisa jadi konselor yang cukup baik. Ketika itu saya masih memiliki mimpi-mimpi lain mengenai masa depan saya. Saya masih ingin jadi interior designer, fashion designer, dan penyanyi.

Mimpi saya semakin jelas ketika saya harus memilih jurusan kuliah. Sebenarnya saya mendaftar di jurusan desain interior dan psikologi. Walaupun saya diterima di jurusan desain interior tanpa tes masuk, hati saya menginginkan saya untuk memilih jurusan psikologi walaupun saya harus mengikuti tes masuk. Akhirnya, saya pun masuk jurusan psikologi.

Saat kuliah, saya mengambil mengambil mata kuliah ‘pengantar terapi keluarga’ Sebenarnya itu mata kuliah pilihan, saya tidak diwajibkan untuk mengikuti kuliah tersebut. Saya mengambilnya karena saya cukup tertarik dengan topik keluarga. Saya merasa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk diri seseorang. Mengikuti mata kuliah ini memberikan saya banyak sekali hal-hal baru untuk dipelajari sekaligus memperjelas mimpi saya. Saya ingin menjadi seorang konselor keluarga! Betapa senangnya saya karena mimpi saya semakin jelas.

Perjalanan saya dalam memperjelas mimpi saya ternyata tidak berhenti sampai di sana. Setelah menjadi sarjana psikologi, saya ‘terdampar’ di sebuah bidang yang tidak pernah terlintas di pikiran saya sebelumnya. Saya bekerja menjadi seorang terapis anak kebutuhan khusus. Jauh sekali ya dari mimpi saya untuk menjadi seorang konselor keluarga? Awalnya saya juga berpikir demikian. Saya berpikir,”Ya sudahlah, yang penting saya punya pengalaman kerja dulu. Urusan nyambung apa engga dengan mimpi saya ga usah dipikirin dulu.”

Dengan pemikiran itu, saya menjalani pekerjaan saya. Saat itu, saya tetap tertarik dengan konseling keluarga. Saya suka sekali mengobservasi hubungan antara orangtua dan anak terapi saya, bagaimana cara orangtua memperlakukan dan mendidik anak mereka. Berdasarkan observasi tersebut, saya merasa orangtua dari anak berkebutuhan khusus pun butuh diperhatikan. Bayangkan betapa stresnya mereka sejak awal anak mereka didiagnosa memiliki kebutuhan khusus. Sedih, marah, kecewa, frustasi merupakan perasaan awal yang mereka rasakan. Tanpa memiliki pengetahuan tentang autisme, ADHD, dan penyakit psikologis lainnya, mereka sudah harus memutuskan terapi apa yang akan diberikan pada anak mereka. Dan kepusingan-kepusingan lain yang muncul saat mengurus dan membesarkan anak mereka.

Saya ingin melakukan sesuatu untuk mereka. Saya ingin menjadi seorang konselor keluarga, khususnya keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Selain itu, saya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai penyakit psikologis pada anak sehingga setiap orangtua siap ketika menyadari anak mereka ‘berbeda’ dari anak-anak lainnya. Selain itu, saya juga ingin memperlengkapi orangtua tersebut dengan kemampuan untuk melakukan terapi kepada anak-anak mereka karena waktu yang anak-anak tersebut miliki dengan orangtua jauh lebih banyak dibandingkan dengan terapis mereka.

Itulah mimpi saya yang semakin diperjelas melalui pengalaman-pengalaman hidup saya. Perjalanan saya masih panjang dan tidak mudah tentunya. Namun bagi saya, mimpi tersebut pantas untuk diperjuangkan! Semoga cerita saya memberikan inspirasi ada teman-teman untuk terus peka akan pengalaman-pengalaman yang teman-teman alami supaya teman-teman memiliki mimpi yang semakin jelas dan mengetahui langkah-langkah apa saja yang perlu teman-teman lakukan dalam mencapai mimpi tersebut. Selamat bermimpi!🙂

Comments on: "It Gets Clearer Along The Journey" (3)

  1. Semangat Anit! Seperti kata Anit, mari bermimpi dan kejar mimpi itu! =D

  2. I know that the experiences of our lives, when we let God use them, become the mysterious and perfect preparation for the work He will give us to do (Corrie Ten Boom)

    • This is what the past is for! Every experience God gives us, every person He puts in our lives is the perfect preparation for the future that only He can see (Corrie Ten Boom)

      salam kenal Nita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: