Dream Big, Dream Right!

[Sebuah cerita dari Jessica Farolan]

Hai teman-teman! Setelah membaca mimpi-mimpi yang ada di blog ini, saya menjadi terdorong untuk sharing mimpi saya =)

Sebelum saya menceritakan apa mimpi terbesar saya, saya ingin mengajak teman-teman mengenal latar belakang mengapa mimpi itu muncul =)

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di kelas 2 SMA, saya mengalami gejala-gejala depresi. Saya yang biasanya adalah pribadi yang dikenal ceria, friendly, dan semangat, menjadi lebih pemurung. Pikiran-pikiran saya lebih terfokus kepada sisi negatif dari berbagai hal. Saya seringkali merasa hidup tidak ada gunanya dan merasa sangat lelah secara mental. Penurunan prestasi pun terjadi karena sulitnya berkonsentrasi, dari peringkat 3 di kelas menjadi peringkat 7 di kelas. Tidak hanya prestasi, tetapi juga penurunan berat badan. Perilaku-perilaku menyakiti diri juga terjadi. Saya akhirnya memutuskan pergi ke Psikolog dengan ditemani seorang sahabat saya.

Saat itu, saya benar-benar kagum dengan Psikolog tersebut, baik dari cara meng-handle hingga bagaimana ia bersedia dibayar hanya dengan Rp.30.000,- karena uang yang saya miliki terbatas saat itu. Saya terheran-heran. Bagaimana mungkin Psikolog itu menerima Rp.30.000,- itu padahal tarif per-jam-nya 200.000,-??? Saat itu, saya berpikir: jadi membantu orang yang kesepian, yang merasa terganggu mentalnya, jauh lebih berarti daripada uang sebesar apapun. Sejak itu, keinginan saya mempelajari ilmu psikologi semakin menguat. Selama berkuliah, saya terus berjuang dengan gejala-gejala yang terkadang muncul kembali ketika saya mengalami sebuah kehilangan atau mengalami kejadian dengan pola tertentu yang memicu munculnya gejala depresi. Ya, kata “menyerah” kerap muncul. Beberapa kali juga gejala-gejala tersebut membuat beberapa orang yang dekat dengan saya tidak tahan dengan saya dan bahkan memutuskan untuk menjauhkan diri dari saya. Tetapi, nyatanya saya tetap bertahan dengan bantuan banyak teman dan juga dengan berbagai upaya, misalnya dengan konseling, dengan berkegiatan, dan juga dengan mendengarkan cerita serta menemani orang lain yang bisa membuat diri saya merasa berguna… merasa hidup saya ada gunanya bagi orang lain. Hingga pada satu titik, saya ternyata sudah mengenal banyak orang yang ternyata mengalami apa yang saya alami. Merasa hepless dan hopeless karena merasa menanggung semuanya sendiri dan kesepian. Saya semakin ingin menemani mereka.

Mimpi saya adalah “Saya ingin menemani orang-orang yang kesepian. Karena saya tahu persis seperti apa rasa kesepian itu. Saya ingin ada dan siap menemani mereka“. Saya ingin sekali membangun sebuah tempat yang nyaman bagi orang-orang stres dan depresi. Konsep-nya masih sangat kasar dan belum bisa dipresentasikan di sini secara terbuka. Tetapi saya sedang mulai membangun mimpi tersebut dengan merancang counseling centre bersama dua orang rekan saya dengan proyek-proyek kecil terkait dengan mimpi anak-anak. Dengan begitu, saya bisa mengasah skill konseling saya dan juga mulai menemani mereka yang mengalami gejala depresi. Saya juga berencana menulis buku tentang depresi dengan berbagai hal-hal aplikatif terkait depresi, seperti makanan dan minuman, atau kegiatan seperti apa yang ternyata terbukti bisa mengurangi gejala depresi. Uangnya dari mana? Saya berencana untuk bekerja part-time di sekolah tertentu secepatnya, freelance sebagai tester juga, tetap membantu AETHRA training center jika dibutuhkan, dan sebagainya. Apapun. Whatever it takes. Just to accompany them who feel lonely. Just for my dream.

Mimpi ini salah satu mimpi saya yang mendorong pengerjaan dan penyelesaian skripsi saya terkait gejala depresi pada mahasiswa.

Dan… mimpi saya inilah yang mendorong saya untuk terus bertahan dan maju, ketika saya merasa sakit, sedih, putus asa karena mimpi saya lainnya yang tidak lebih kecil dari mimpi saya ini terhenti dan hilang begitu saja dari hidup saya.

Seperti yang saya katakan sebelumnya di bagian “Si Tukang Mimpi”, mimpi adalah salah satu sumber energi manusia dalam menjalani hidup.

Comments on: "Menemani Mereka Yang Kesepian" (4)

  1. William SB said:

    semangat, jessot!!!

  2. wow, niat tulus yang sangat bagus,.
    bermanfaat bagi orang banyak..😀

  3. Aku mau gabung dong dalam membuat program ini mbaaaaaak :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: