Dream Big, Dream Right!

[Sebuah cerita dari Tesar Gusmawan]

Halo, saya Tesar Gusmawan. Saat ini saya sedang menjalani kuliah psikologi di UNIKA Atma Jaya semester 2. Kalau mau men-sharing-kan mimpi saya, mungkin ada banyak yang bisa dibagikan. Namun, setidaknya ada dua hal yang menjadi mimpi terbesar saya.

1. Social entrepreneur

Saya selalu mengacungkan jempol dan bangga terhadap sosok orang-orang yang ada di balik majunya suatu perusahaan. Bagi saya, mereka keren. Kenapa keren? Karena mereka harus memiliki semuanya, kalau tidak, kapal yang mereka nahkodai akan tersisih. Mereka harus dapat menjawab kebutuhan pasar, inovatif, menciptakan produk yang berguna bagi masyarakat, mengambil keputusan yang tepat, menjaga passion, menjalin hubungan dan menciptakan suasana kondusif bagi pekerjanya, dan beribu macam hal lain. Bagi saya, entrepreneurship itu sendiri poin utamanya bukanlah uang atau keuntungan. Sederhananya, uang merupakan reward dari sebuah passion yang dituangkan dalam sebuah produk atau jasa yang berguna bagi banyak orang.

Saat saya SMA dan memilih penjurusan kuliah, saya mempertimbangkan tiga pilihan, yaitu bisnis, psikologi, dan komposisi musik. Namun, pada akhirnya saya memilih psikologi karena saya ingin mempelajari siapa manusia dan segala dinamika yang terjadi di dalamnya. Namun, sampai hari ini, saya masih terus mengejar ketertinggalan dan ketertarikan saya akan entrepreneurship. Saya mengumpulkan (dan sedang berusaha terus membaca di tengah kesibukan tugas) buku-buku berkaitan dengan bisnis, baik yang umum dijual di pasaran atau buku ilmiah untuk bahan kuliah. Namun, ada satu hal yang menggerakkan saya lebih dari itu.

Saya memang menyukai hal-hal di atas. Namun, ada sebuah beban di hati saya ketika melihat anak kaum marjinal. Baik anak jalanan, anak pra sejahtera, kurang gizi, dan sebagainya. Saya berpikir bahwa kehidupan akan bersifat akumulatif dan mentransfer. Bayangkan jika anak pra sejahtera atau anak jalanan tidak dididik dengan baik, mereka akan menjadi orang dengan standar rendah, baik hard atau soft skill, terlebih sikap dan karakternya. Dengan kualitas diri seperti itu, mereka akan mentransfer segala yang mereka miliki, baik yang positif dan negatif, ke keturunan mereka. Rantai tersebut akan terus bergulir dan menjadi sekian persen dari populasi penduduk. Saya ingin anak-anak tersebut dapat dimotivasi, mendapatkan kasih yang tidak terpenuhi oleh orang tua, didengarkan, diarahkan dengan sikap-sikap yang benar, dan menjadi orang yang punya harapan. Ya, memang ini masih terdengar semu dan tidak riil. Saya masih terus mencoba mempelajari dan lebih mengenal domain ini agar saya bisa yakin bahwa memang inilahpassion saya sehingga saya dapat mengerahkan rencana dan tindakan dengan lebih fokus.

Pergumulan antara ketertarikan saya akan entrepreneurship dan beban untuk anak-anak membuat saya menemukan sedikit win-win-solution. Ternyata saya dapat mengakomodasi keduanya dengan menerapkan entrepreneurship dalam dunia sosial dan sudah sangat berkembang, khususnya di Amerika. Izinkan saya memberi satu link contoh social entrepreneurship di Indonesia, yaitu Wahana Visi Indonesia (http://wvindonesia.org). Mimpi saya, saya dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan kehidupan, khususnya bagi anak kaum marjinal. Bagaimana langkah real-nya? Saya masih terus mengujinya, menyimpan, dan mematangkan baik-baik. Barangkali, ada dari teman-teman yang memiliki kerinduan dalam bidang serupa?

2. whenyouthspeak.com

Saya berkeinginan membuat sebuah website yang bertujuan untuk menginspirasi anak muda (sekitar 17-25 tahun) dengan melihat profil, artikel, pemikiran, dan sharing pengalaman dari anak muda lain yang berhasil melakukan sebuah pencapaian, memiliki sebuah produk, atau memiliki info tentang bidang yang digeluti. Tujuan singkatnya adalah untuk mengajak dan mengarahkan anak muda berpikir dan memulai tindakan yang berorientasi pada produktivitas yang sesuai dengan tujuan hidup dan bidangnya, bukan hanya menikmati masa muda dengan bersantai dan menunggu waktu hingga menjadi sekumpulan orang-orang biasa.

Website ini akan berisi (sampai saat ini) hasil pemikiran dan penulisan yang disertai dengan profil si anak muda tersebut. Isinya adalah sesuai dengan bidang atau keahliannya. Contoh, A kuliah food tech di Universitas ABC, saat ini ia merupakan mahasiswa berprestasi dan menjadi ketua organisasi. A ini akan membagikan seputar food tech, organisasi, atau kepemimpinan.

Saya berencana merealisasikan website ini dalam 2 tahun ke depan mengingat pengumpulan konten yang melibatkan berbagai kalangan anak muda dari berbagai kalangan yang belum dikenal sebelumnya, sistem yang perlu diatur dengan baik, desain, sumber pendanaan dan tim yang juga memiliki beban yang sama. Sampai saat ini, saya baru membagikan mimpi saya ini kepada 2 orang secara lebih rinci, sekaligus untuk brainstorming. Pelaksanaan tahap awal akan dimulai dengan mematangkan tujuan dan membuat sistem (pengumpulan artikel, promosi, pendanaan, dsb). Kalau teman-teman cukup tertarik dan mungkin memiliki mimpi yang sama, dapat menanyakan lebih detilnya melalui email saya: tesargusmawan@yahoo.com atau tesar.gusmawan@gmail.com :)

Comments on: "Becoming Social Entrepreneur" (1)

  1. hai saya sudah kirim email nih………. mari kita berbagi cerita…

    sukses entrepreneur sosial……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: