Dream Big, Dream Right!

[Sebuah cerita dari Marsha Demitrie]


Berbicara soal mimpi, mimpi saya sangat banyak. Saya orang yang suka bermimpi. Mimpi yang sangat tinggi. Bahkan bagi beberapa orang, mimpi saya mereka anggap hanyalah sebuah angan-angan belaka. Tetapi hal tersebut tidak akan membuat saya berhenti untuk bermimpi, karena menurut saya mimpi adalah awal dari kenyataan.

Dari keseluruhan mimpi-mimpi saya, banyak yang sepertinya terlupakan dan berlalu begitu saja. Seperti teman saya bilang, hanya tinggal menjadi angan-angan, tetapi ada satu mimpi yang  sejak dari dulu selalu ingin saya raih. Saya merasa mimpi itu sangat dekat. Mimpi saya tersebut adalah menjadi seorang trainer dengan yang skill yang diakui oleh semua orang, dan mendirikan sebuah biro training sendiri.

Mimpi ini muncul pertama kali ketika saya bergabung dalam sebuah organisasi mahasiswa di fakultas saya. Organisasi tersebut bergerak di bidang training. Pada awal saya ikut dalam sebuah project, saya mendapat peran sebagai seorang Pendamping Kelompok. Saat itu, saya merasakan “nikmatnya” menjadi seorang trainer. Bukan karena uangnya, bukan karena teman-temannya, tetapi karena respon positif dari trainee (peserta training). Ketika melihat trainee merasa enjoy saat belajar dalam training, mereka merasa mempelajari sesuatu yang penting bagi diri mereka, lalu mereka ingin berubah menjadi seorang yang lebih baik, menurut saya itulah kenikmatan. Melihat pancaran sorot mata dan senyuman tulus dari  trainee yang berterimakasih karena mendapatkan sesuatu, itu adalah energi.

Berawal dari hal kecil itu, saya merasa bahwa training memang sesuatu yang saya minati dan ingin saya tekuni. Dari ketertarikan itu, saya merasa satu-satunya cara untuk dapat mengembangkan diri menjadi seorang trainer yang professional dan handal adalah dengan terlibat aktif dalam organisasi ini. Di organisasi itu saya belajar banyak bagaimana cara untuk menjadi seorang trainer. Dan tentu saja peluang saya untuk menjadi trainer menjadi lebih luas,  karena jaringan dengan biro-biro pelatihan lain semakin terlihat. Ketika saya menginjak tahun ketiga saya di organisasi tersebut, kesempatan saya untuk belajar di luar organisasi semakin terbuka. Di mulai dari sanalah, saya kemudian mengeksplor dunia training di luar organisasi.

Sebenarnya dalam perjalanan meraih mimpi, saya sudah memenuhi salah satu mimpi saya, yaitu berpenghasilan sendiri saat kuliah. Memang penghasilan yang saya dapat tidaklah banyak, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa saya sudah dapat memenuhi salah satu mimpi saya. Saya yakin setelah selesai kuliah, mimpi-mimpi ini akan dapat menjadi kenyataan, dengan catatan saya terus berusaha meraihnya. Cause the sky is not the limit of our dreams, the limit is ourselves!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: