Dream Big, Dream Right!

Dare to Dream Big

Teman-teman, pernahkah teman-teman suatu hari mengendarai mobil, motor, sepeda atau hanya berjalan kaki, tapi tanpa ada tujuan di kepala teman-teman sebelumnya?

Saya pernah. Saya pernah beberapa kali. Biasanya hal ini terjadi saat saya dengan pacar saya. Saat pacaran dulu, kami seringkali terjebak dalam situasi di mana kami mau pergi jalan-jalan, tapi sama sekali tidak tahu mau ke mana. Tidak ada tujuan. Jadi demi menghemat waktu berpikir, kami biasanya tetap naik mobil terlebih dahulu, jalan terlebih dahulu, sambil terus berpikir mau ke mana.

Pada beberapa kesempatan, ide luar biasa muncul di saat yang tepat. Saat dalam perjalanan ke mobil, atau saat baru mulai berjalan keluar dari kompleks rumah. Akhirnya kami akan berjalan menuju ke tujuan tersebut dan kami menikmati waktu bersenang-senang yang luar biasa. Sayangnya tidak semua kesempatan seperti itu. Sebagian besar yang terjadi adalah kami stuck, lalu kami berputar-putar tanpa arah yang jelas.

Saat berputar-putar tanpa arah tersebut, yang terjadi adalah kami membuang banyak sekali waktu berharga. Kami membuang-buang bensin. Kami membuang energi. Energi yang bisa kami pakai untuk bersenang-senang, ngobrol banyak hal yang menyenangkan, tapi malah kami pakai untuk berdiskusi “mau ke mana nih kita??”


Biasanya pada akhirnya kami kemudian menentukan satu tempat yang sejalan dengan arah mobil kami. Dan biasanya tempat itu tidak begitu oke, karena itu bukan tempat yang ideal. Tempat itu dipilih karena darurat. Daripada tidak ada tempat tujuan sama sekali. Atau yang lebih parah adalah ketika akhirnya sudah tahu mau ke mana, tapi ternyata tempat itu tidak sejalan atau jauh sekali dengan posisi terakhir. Padahal kalau tujuan itu sudah ditentukan dari awal, tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat keberangkatan awal.

Teman-teman, mungkin beberapa dari kita pernah punya pengalaman seperti itu. Atau beberapa lagi punya pengalaman yang berbeda, tapi tetap dengan tema yang sama. Berjalan tanpa tujuan.

Hidup kita, sebenarnya juga sama seperti kita berjalan. Hidup adalah sebuah petualangan dan perjalananan besar. Dari detik kita dilahirkan di dunia sampai suatu saat kita kembali ke sisi Tuhan, kita melakukan suatu perjalanan petualangan yang luar biasa besar.

Pertanyaannya apakah teman-teman sudah memiliki tujuan untuk perjalanan petualangan hidup teman-teman?

Tujuan hidup adalah hal yang mudah untuk kita buat, karena teman-teman pada dasarnya tidak perlu keahlian apapun untuk membuat sebuah tujuan. Hanya dibutuhkan sebuah otak yang masih bekerja. Tanpa menggerakkan satu otot pun dalam tubuh, teman-teman bisa membuat sebuah tujuan hidup, mimpi yang bisa teman-teman kejar. Namun ironisnya, membuat atau menentukan sebuah tujuan hidup, sebuah mimpi, terkadang adalah tugas terberat yang bisa kita lakukan. Sebagian besar orang menghabiskan berjuta-juta uang untuk membiayai banyak hal, seperti sekolah, kuliah, kursus, pelatihan, dll, baru terkadang kita menemukan mimpi kita. Bahkan terkadang menghabiskan waktu yang sangat lama, baru dapat melihat mimpi apa yang akan kita gantungkan. Lebih ironisnya sebagian manusia bahkan sampai akhir hidupnya, tetap tidak memiliki mimpi untuk dijalani.

Mimpi atau tujuan hidup adalah sebuah topik yang hampir pasti dapat saya temukan di setiap seminar motivasi dan buku-buku pengembangan diri. Bahkan ada pelatihan khusus tersendiri yang menyangkut cara untuk merealisasikan mimpi. Oleh karena itu, mimpi pasti memiliki arti penting. Jadi sebenarnya apa arti penting dari sebuah mimpi, teman-teman? Mengapa mimpi ini sebegitu pentingnya sampai-sampai hampir semua buku motivasi – pengembangan diri, motivator-motivator, tokoh besar, tokoh sukses, bahkan saat ini saya sendiri mendorong teman-teman untuk bermimpi besar.

Bagi saya, mimpi adalah hal yang paling esensial dalam hidup. Mimpi memberikan hidup sebuah makna dan warna untuk dijalani.

Bagi saya mimpi memegang 2 peranan penting dalam hidup.

1. Petunjuk arah hidup

Seperti halnya pengalaman saya di atas, seandainya saya tahu tujuan saya, maka saya dengan mudah menyusun rencana perjalanan saya. Lewat jalur mana yang terbaik, jalur yang tidak terkena macet. Apakah bensin saya cukup. Apakah saya perlu naik tol atau tidak. Semua dapat saya rencanakan terlebih dahulu. Kemudian saya bisa menghewat waktu. Sampai di tujuan lebih cepat, bahkan menghindari banyak kemacetan yang tidak perlu. Ketika saya tahu tujuan saya, maka semua energi, pemikiran dan semangat saya akan terfokus pada suatu hal. Fokus pada pembuatan rencana, pengambilan keputusan dan perjuangan untuk sampai ke tujuan saya.

Namun ketika Saya berjalan tanpa sebuah tujuan, maka saya hanya mehabis-habiskan tenaga dan pikiran saya. Sama halnya dengan hidup. Tanpa tujuan yang jelas, kita tidak tahu apa yang harus saya kerjakan dengan tepat, apa yang harus saya pelajari, apa yang harus saya kejar. Ketika kita tidak tahu, maka hal yang terjadi adalah kita akan menghambur-hamburkan banyak waktu, tenaga, pikiran dan kemungkinan uang untuk suatu hal yang tidak berguna.

Banyak kisah yang menceritakan tentang orang di sekitar kita merasa salah ambil jurusan dalam kuliah. Kuliah mereka ternyata tidak sesuai dengan keinginan mereka. Kuliah mereka ternyata tidak sesuai dengan hidup yang mereka jalani setelah lulus. Sehingga kuliah selama kurang lebih 4 tahun, ilmu yang dipelajari, uang yang dihamburkan, kemungkinan besar menjadi percuma. Ini hanyalah sebuah contoh ketika kita tidak memiliki sebuah tujuan atau mimpi. Kita menjadi tidak dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup.

Teman-teman, dengan sebuah mimpi, dengan sebuah tujuan hidup, maka kita bisa membuat rencana hidup yang lebih akurat. Kita bisa membuat pilihan-pilihan yang lebih tepat. Kita mampu mengeluarkan energi kita dengan lebih efektif dan efisien, karena kita tahu hal mana yang perlu kita kerjakan, hal mana yang tidak perlu kita kerjakan.

2. Sumber Motivasi, Inspirasi dan Passion

Seorang pelatih renang bingung bagaimana caranya agar para muridnya dapat berlatih dengan lebih semangat dan baik. Para muridnya tidak berlatih serius dan sekuat tenaga, padahal guru ini tahu bahwa muridnya punya potensi untuk berenang lebih baik dan lebih cepat dari kondisi saat ini. Muridnya hanya menjadikan renang seperti rutinitas semata. Setiap hari berlatih selama 3 jam, kemudian pulang.

Suatu hari pada saat latihan, sang guru memanggil semua muridnya untuk melakukan sebuah simulasi lomba renang di antara mereka. Gurunya menambahkan bahwa dirinya berharap pada simulasi kali ini, semua muridnya bisa memecahkan rekor waktunya mereka sendiri.

Saat para murid sudah mengambil posisi masing-masing di pinggir kolam untuk mulai perlombaan, sang guru sambil mengendong seekor buaya kecil dan berkata, “Satu hal lagi, kalian hari ini akan berenang dengan ditemani oleh buaya ini. Saat saya menembakkan tanda dimulainya renang, saya saat itu juga akan melepaskan buaya ini. Kalian tentunya tahu bahwa buaya adalah salah satu binatang perenang yang luar biasa. Tapi saya tahu kalian lebih hebat dari buaya ini, jadi saya serius akan melakukan hal ini. Karena saya yakin, kalian bisa berenang lebih cepat dari teman kita ini. Seandainya kalian kalah cepat………….., hm semoga kalian tidak kalah cepat. Baik semua ambil posisi! 1…2…3…”  DORR!!!

Semua muridnya meloncat dan berenang sekuat tenaga dan secepat mungkin. Setelah semua murid sampai di sisi kolam sisi lain, mereka langsung meloncat keluar  dari kolam, takut digigit buaya tersebut. Tapi yang mereka lihat, di kolam tidak ada buaya, buaya tersebut berada di dalam kandang di sebelah pelatih mereka. Saat itu, semua murid pelatih tersebut berhasil memecahkan rekor waktu mereka, bahkan ada yang tercatat berhasil mengalahkan rekor waktu perenang profesional.

Teman-teman, berdasarkan cerita kecil di atas kita dapat melihat bahwa para murid tersebut sebegitu takutnya sehingga mereka memiliki sebuah tujuan untuk selamat tanpa tergigit buaya. Sehingga saat mereka mulai berenang, mereka sangat terfokus untuk menyelamatkan diri. Semua energi mereka dikeluarkan untuk berenang demi selamat dari buaya. Tujuan inilah yang membawa mereka semua akhirnya berhasil memecahkan rekor mereka sendiri. Tujuan inilah yang membuat mereka mengeluarkan semua potensi mereka.

Cerita tersebut mungkin sedikit berlebihan, tapi kita dapat melihat bahwa mimpi kita akan memberikan kita sebuah dorongan motivasi untuk berusaha sebaik mungkin pada setiap yang kita kerjakan. Memberi makna lebih pada pekerjaan kita. Membuat kita menjadi bergairah pada pekerjaan kita, karena kita tahu bahwa pekerjaan ini akan membawa kita selangkah lebih dekat dengan mimpi kita pada setiap harinya.

Semakin besar mimpi kita, maka motivasi dan gairah kita untuk memujudkan hal tersebut akan semakin besar. Mimpi yang besar ini akan memungkinkan kita untuk melakukan sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang sebelumnya kita anggap tidak mungkin. Mimpi akan membuat diri kita mampu mengeluarkan dan mengoptimalkan seluruh potensi diri kita.

Teman-teman, sebagian dari kita mungkin takut untuk bermimpi besar. Karena kita mungkin merasa bahwa mimpi yang besar akan sulit dicapai dan akan hanya menghasilkan kekecewaan yang besar pula. BETUL. Semua mimpi yang besar memang sulit dicapai, tapi bukannya tidak mungkin untuk dicapai. Jangan kita karena ketakutan kita, ketidaktahuan kita akan masa depan, membuat kita menjadi tidak berani bermimpi besar. Seperti yang pernah saya katakan [ read :http://monsieursb.wordpress.com/2010/12/03/the-garuda-way/], untuk merasa takut memang wajar, tapi keyakinan, keberanian dan iman kita harus lebih besar dari rasa takut kita!

Yakinlah bahwa semua mimpi kita akan terwujud. Yakinlah suatu hari nanti masa depan yang cerah menunggu kita. Yakinlah Tuhan akan selalu memberi kita yang terbaik. Saat teman-teman meyakini hal tersebut dan terus bermimpi besar, maka tanpa teman-teman sadari pintu-pintu kesempatan akan terbuka satu per satu.

Semoga teman-teman terus berani untuk bermimpi besar. Dan semoga mimpi tersebut akan menuntun teman-teman menuju masa depan yang cerah dan menguatkan hati teman-teman dari segala rintangan yang menghadang dalam petualangan teman-teman.

See you around,

Let Your Spirit Arise

Comments on: "Dare to Dream Big" (1)

  1. […] tertarik menulis artikel Bermimpi Itu seru, setelah baca tulisan Dare to Dream Big dan juga pengalaman penulis tadi saat menonton langsung Man Utd di Old Trafford (That’s my […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: